Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Berkunjung ke Goa Jepang di Bandung

Pada postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya pada saat berkunjung ke goa jepang di bandung. Goa jepang ini letaknya di kawasan TAHURA atau singkatannya taman hutan raya yang terletak di dago pakar.

Di TAHURA ada banyak tempat yang bisa disinggahi tapi yang membuat kami tertarik adalah goa jepang dan goa belanda. Karena kami memang menyukai tempat tempat bersejarah seperti itu. Kita Pun langsung menuju ke gua itu.

Berkunjung ke Goa Jepang di Bandung

Goa Jepang di Bandung
Goa Jepang di Bandung

Untuk menuju ke goa jepang jarak dari pintu masuk TAHURA yaitu sekitar 400 meter sedangkan menuju ke goa belanda jaraknya sekitar 1 kilometer.

Kita Pun langsung saja melanjutkan perjalanan menuju goa jepang terlebih dahulu. Di tengah perjalanan kita disuguhi oleh segarnya udara hutan, pemandangan hijaunya pepohonan dan MONYET yang bergelantungan tidak jarang juga yang berseliweran di tengah jalan. Tips buat sedang berjalan disini jangan sambil bawa makanan ya gan kalo tidak mau diikuti oleh sekawanan monyet ini.
Goa Jepang di Bandung
Mulut goa jepang di bandung

Baca juga: menikmati sunset di puncak bintang bukit moko lembang

Sesampainya di mulut goa saya langsung mau masuk. Disana kita akan banyak ditawari penyewaan lampu senter dan pemandu. Kita pun menyewa dua buah senter dan seorang meminta seorang pemandu untuk menemani dan menjelaskan tentang goa jepang.

Menurut cerita dulunya goa jepang di bandung ini adalah pusat penyimpanan logistik, stasiun radio, dapur, ruang pertemuan, ruang tembak, penjara dan tempat interogasi para romusha di jaman jepang. Goa jepang ini dulu katanya dibangun oleh pemerintahan jepang dengan menggunakan tenaga para romusha. Banyak romusha yang meninggal di goa ini baik dalam pembangunannya ataupun karena interogasi dan mati dalam penjara.

Baca juga: Pengalaman Pribadi Mendaki Gunung Burangrang Via Legok Haji

Didalam goa jepang terdapat 18 bunker atau ruangan yang digunakan untuk ruang stasiun radio, ruang tembak, penjara, gudang logistik, dapur dan ruang pertemuan.

Kata sang pemandu katanya goa ini dulunya belum selesai pembangunannya karena jepang keburu kalah perang. Goa jepang juga masih asli belum ada renovasi yang dilakukan di dalamnya. Berbeda dengan goa belanda yang sudah mengalami renovasi. Di goa belanda dindingnya sudah memakai semen dan halus sedangkan di goa jepang masih berdinding batu cadas. Goa jepang di bandung ini dulunya sangat tersembunyi pintu pintunya tertutup alang alang dan rerumputan karena memang fungsinya yang dipakai pemerintahan jepang sebagai markas persembunyian.

Di goa ini menurut bapak pemandu juga sering ada fenomena gaib seperti suara-suara dan bayangan. Yaa mengingat tempat ini dulunya banyak yang mati disini baik dalam tahap pembangunannya maupun romusha yang diinterogasi dan disiksa di goa ini. Tentu saja dari aura tempatnya saja sudah berbeda.

Baca juga: Menikmati Hijaunya Perkebunan Teh Malabar Pangalengan Dari Puncak Bukit Nini

Di goa ini kadang dipakai juga untuk acara ospek ospek, outbond dan penjelajahan. Di malam hari Tidak jarang juga dipakai untuk uji nyali bagi mereka yang menyukai hal hal mistis kata bapak pemandu.
Goa Jepang di Bandung
Foto bersama mantan

Menurut bapak pemandu kita disana dilarang mengucapkan kata "lada" karena konon katanya itu adalah nama salah satu leluhur di tempat itu. Lada dalam bahasa sunda artinya pedas. Bapak pemandu juga bilang begitu dia tidak mengucapkan kata "lada" tapi dengan bilang "jangan mengucapkan kata pedas dalam bahasa sunda" mungkin karena keramatnya kata ini ditempat itu.

Udara di dalam gua itu begitu lembab dan pengap. Kita menyegerakan untuk keluar karena istri saya katanya nafasnya sudah mulai sedikit sesak. Kita Pun beristirahat sambil menikmati pop mie yang memang tersedia di warung dekat sana. See ya.

Baca juga: Berpetualang Dan Menguji Adrenalin Di Orchid Forest Cikole Lembang Bandung
Ekopriantoblog.id
Ekopriantoblog.id Seorang blogger yang tulisannya asal-asalan. Pecinta pencak silat tapi bukan tukang pukul. Penikmat musik indie khususnya endank soekamti.

Post a Comment for "Berkunjung ke Goa Jepang di Bandung"