Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Inspirasi Dari Wanita Berkulit Hitam

Pada masa Rasulullah saw, ada seorang wanita berkulit hitam yang mengalami penyakit ayan. Menyebut kulit hitam si wanita bukan ingin rasis ya, tapi hanya menyebut cirinya saja. Dalam riwayat tentang wanita itu, tak disebutkan namanya. Sehingga sejarah mengenal kisahnya dari ciri kulit dan penyakitnya.

Wanita itu terganggu dengan sakitnya. Bukan karena ia tak menerima takdir Allah swt. Bukan pula karena ia malu pada sekelilingnya sebab penyakitnya dipandang menjijikkan.

Tetapi dia malu, karena setiap penyakitnya kumat, auratnya terbuka. Dari alodokter.com, penyakit ayan atau epilepsi adalah gangguan sel saraf di otak yang gejala utamanya ialah kejang.
Inspirasi dari wanita berkulit hitam
Kisah inspiratif dari wanita berkulit hitam

Selama kejang, seseorang bisa kehilangan kesadaran. Makanya wanita berpenyakit ayan di zaman Nabi tak bisa mengendalikan dirinya saat sakitnya kumat. Hingga terbukalah auratnya. Rasulullah saw bersabda:

“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari anak kecil hingga ia baligh.” (HR. Tirmidzi)

Maka sebenarnya jika aurat wanita itu terbuka saat penyakitnya kumat, ia tidak menanggung dosa. Sebab iya termasuk ke dalam sabda Rasulullah itu, orang yang sedang dalam keadaan tidak sadar.

Namun disitulah menakjubkannya. Rasa malunya sangat tinggi. Menunjukkan keimanan dan ketaatan yang tinggi pada Allah swt. Sehingga saat sedang tak sadar pun ia tak ingin auratnya dilihat lelaki asing.

Rupanya karakter muslimah generasi awal Islam memang seperti itu. Mereka memahami bahwa dirinya adalah kehormatan yang harus dijaga. Mereka memiliki rasa malu yang amat tinggi.

Dikisahkan satu riwayat dalam Kitab Syarh ash-Shudur bi Syarh Hal al_Mawta wa al-Qubur karya Imam Suyuthi, tentang Ummul Mikminin Aisyah ra., isteri Rasulullah saw.

Setelah Rasulullah saw. wafat, Aisyah ra. rutin berziarah ke makam beliau mengenakan pakaian rumahan tanpa menutup seluruh auratnya. Makam Rasulullah saw berada di kamar Aisya ra.

Saat ayahnya Abu Bakar ra. wafat dan dimakamkan tepat disebelah makam Rasulullah saw., Aiysah ra. Masih berziarah seperti biasa, dengan pakaian rumah tanpa menutup seluruh auratnya.

Namun ketika Umar bin al Khaththab ra. wafat dan ikut dimakamkan di kamarnya, Aisyah ra. Merubah kebiasannya. Setiap kali memasuki lokasi makan Rasulullah saw bersama dua sahabatnya itu, Aisyah ra. Menutup auratnya secara sempurna.

Padahal meski Umar bin al Khaththab ra. adalah lelaki asing bagi Aisyah ra., namun yang ada di kamarnya adalah jasad Umar ra. yang tak bernyawa. Walaupun demikian, rasa malu yang tinggi membuat Aisyah ra. bersikap demikian.

Pada hadist yang diriwayatkan oleh adz-Dzahabi, kisah serupa juga terjadi pada putri bungsu Rasulullah saw., Fatimah az-Zahra ra. Dialah yang pertama kali dibawa ke kuburan menggunakan semacam keranda yang terbuat dari pelepah kurma dan bagian luarnya ditutupi kain.

Saat ia sakit dan merasa hidupnya tak lama lagi, Fatimah az-Zahra berpesan untuk kematiannya. Kelak jika ia wafat, ia tak ingin jasadnya dibalut kain kafan sebagaimana jasad wanita pada umumnya.

Fatimah az-Zahra tak rela lekuk tubuhnya yang terbentuk oleh balutan kain kafan dilihat para lelaki asing, lalu jasadnya yang demikian itu dibawa oleh para lelaki menuju area pemakaman. Ia gembira sekali saat ada yang berkata padanya tentang keranda tersebut. Masya allah

Baca juga: Tips Berpakaian Untuk Wanita Agar Terlihat Lebih Muda Dan Cantik

Kembali pada kisah wanita berkulit hitam berpenyakit ayan. Dengan masalahnya itu, ia berharap kesembuhan melalui doa Rasulullah saw. Saat itu sains dan teknologi memang belum maju. Belum ada penelitian tentang cara mengatasi penyakit ayan. Sehingga wanita itu meminta solusi pada Nabi saw.

Ibnu Abbas meriwayatkan tentang wanita itu, “Wanita berkulit hitam itu. Dia pernah datang kepada Nabi saw., lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku sering tersingkap (saat penyakitnya kambuh, peny.). Karena itu doakanlah aku agar Allah menyembuhkan penyakitku.’

Lalu Rasulullah saw berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bisa bersabar dan bagimu surga. Atau aku akan berdoa agar Allah menyembuhkan dirimu.’

Janji surga dari lisan Rasulullah saw merupakan kalimat yang amat menggetarkan hati para sahabat dan shahabiyah waktu itu. Bagi orang beriman, erkorban nyawa di medan jihad pun rela demi kenikmatan abadi di surga, apalagi hanya menahan sakit semacam ayan tersebut.

Kesempatan itu tak disia –siakan si wanita. Ia pun memilih bersabar. Hanya satu pintanya, kehormatan yang terjaga. Maka ia menjawab tanya Rasulullah saw, ‘Aku memilih bersabar saja. Namun, tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku sering tersingkap. Karena itu doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Lalu Nabi saw. pun mendoakan wanita itu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Demikianlah inspirasi dari wanita yang penuh ujian itu. Ia menerima ketetapan Allah swt. Sabar menghadapi penyakitnya. Ia pun memiliki rasa malu yang tinggi. Hingga dengan itu semua ia berhak mendapat surga.



Potret muslimah taat di masa kejayaan peradaban Islam dulunya berbanding terbalik dengan muslimah masa kini. Hari ini rasa malu pada para wanita terasa langka.

Media sosial yang seharusnya bisa menjadi sarana menyebar pesan kebaikan, justru dijadikan sebagian muslimah sebagai hiburan dan semata meraih materi.

Demi kesenangan dan uang, mereka rela menonjolkan sisi menarik pada wajah dan tubuhnya. Tak terpikir lagi tentang malu. Merasa yang mereka perbuat bukan masalah besar. Bahkan bagi mereka nasihat diartikan sebagai nyinyiran. Tak inginkan mendapatkan surga yang nikmatnya kekal?

Guest post dari eva arlini admin dari www.evaarlini.com

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Muka Berminyak Pada Wanita
Ekopriantoblog.id
Ekopriantoblog.id Seorang blogger yang tulisannya asal-asalan. Pecinta pencak silat tapi bukan tukang pukul. Penikmat musik indie khususnya endank soekamti.

Post a Comment for "Inspirasi Dari Wanita Berkulit Hitam"