Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Opini Pribadi Tentang Perayaan Tahun Baru, gak penting!!!

Bulan desember hanya tinggal menghitung hari untuk berakhir. Dengan ditandai berakhirnya bulan desember maka berakhir pula tahun 2020 dan kita akan menyongsong tahun baru 2021.

Menurut saya pribadi perayaan tahun baru itu memang tidak ada yang spesial.

Ya, serius

Memang apa spesialnya pergantian angka yang terjadi setiap tahun itu?

Perayaan tahun baru, pentingkah?

Perayaan tahun baru
Perayaan tahun baru

"Mungkin mas penulis jomblo jadi tiap tahun baru tidak ada yang diajak keluar untuk merayakan"

Ah tidak juga, saya sudah punya istri kalau mau saya tinggal mengajak istri keluar, ikut bermacet-macet ria, meniup terompet, melihat kembang api yang memenuhi langit, lalu ikut berteriak berhitung mundur saat menuju jam 12 malam dan saat sudah lewat jam 12 malam lalu kita saling mengucapkan

"Happy new year" yang menandai kalau tahun sudah berganti. Setelah itu pulang dengan keadaan jalan yang macet total, lalu sampai rumah dan tidur.

Merayakan tahun baru seperti itu kan? Bener gak sih? Atau ada hal lain yang dilakukan selain hal itu? Saya tidak tahu, serius. Intinya saya pernah ikut-ikutan merayakan tahun baru dan hal seperti itulah yang saya lakukan.

Seketika itu juga saya bertanya pada diri saya sendiri.

"ini kita habis ngapain sih?"

"Berhitung mundur di tengah malam?"

"Hah? Menyongsong masa depan?"

"Harus banget ya kita?"

Saya pribadi juga pernah sih ikut-ikutan merayakan tahun baru seperti itu. Tapi ya jujur aja bukannya seneng kayak orang-orang saya malah kecapekan.

Saya sendiri tinggal di bandung biasanya pusat keramaian pada saat tahun baru itu di alun-alun bandung dan lapangan gasibu dan juga tempat-tempat wisata seperti daerah lembang. Dari rumah menuju alun-alun bandung kalau lalu lintas normal paling 15 menit ditempuh. Tapi kalau pas tahun baru saya bisa 3 jam menghabiskan waktu di jalan hanya untuk menuju ke alun-alun bandung saking macetnya jalan penuh dengan orang yang juga ingin merayakan. Gila gak tuh? Sejak saat itu saya malas untuk bepergian.

Artikel ini adalah opini dan juga unek-unek saya tentang perayaan tahun baru. Dan artikel ini juga jauh dari sentimen agama. Jadi artikel ini adalah murni opini dari buah pikiran saya sendiri. Jadi saya menurut saya pribadi perayaan tahun baru adalah hal yang menurut saya tidak penting dan hanya buang-buang energi. Dan ingat walaupun menurut saya itu adalah hal yang tidak penting, tapi saya tidak melarang untuk merayakan hal itu lagi pula apa hak saya untuk melarang bukan?

Bagi sebagian orang, merayakan tahun baru adalah salah satu waktu untuk mereka bersyukur karena telah melewati tahun ini dan waktunya beresolusi dan memasang target apa yang harus dicapai di tahun yang akan datang.

It's ok, kita ambil sisi positifnya yaitu bersyukur. Bersyukur sebenarnya ya walaupun hanya bersyukur setiap tahun sekali tapi itu lebih baik daripada tidak bersyukur sama sekali bukan? Bersyukur sebenarnya wajib kita lakukan setiap saat bukan hanya setiap tahun, bahkan setiap detik, menit, jam, hari yang sudah kita lewati adalah hal yang harus kita syukuri. Tapi apa harus bermacet-macet ria, membuat keramaian lalu kita berhitung mundur di tengah malam untuk bersyukur? Rasanya masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bersyukur.

"Lalu apakah saya sendiri merayakan tahun baru?"

Hhmm bagaimana ya? Kalau disebut merayakan jujur saja saya tidak suka dengan keramaian-keramaian yang terjadi pada saat perayaan tahun baru. Kemacetan, polusi udara, bising dll. Saya lebih suka menyebutnya sebuah moment dimana banyak diantara teman, keluarga, saudara yang besoknya libur kerja sehingga kita bisa berkumpul sambil membuat makanan misalnya jagung bakar, ayam bakar disertai nasi liwet yang nantinya akan kita makan bersama. Untuk hal ini saya juga harus berterima kasih kepada pemerintah karena telah menetapkan tahun baru sebagai hari libur nasional hehehe.

Tahun baru kali ini memang berbeda dengan tahun baru kemarin-kemarin. Perayaan tahun baru kemarin belum ada pandemi jadi kerumunan, keramaian masih diperbolehkan selama situasi masih kondusif. Kalau sekarang saya sendiri tidak tahu. Lagipula ngapain juga. Tahun kemarin pada saat belum pandemi saya lebih memilih tidur di rumah dan sepertinya tahun ini juga saya akan melakukan hal yang sama hehe. Jadi perayaan tahun baru nanti kamu akan melakukan hal seperti apa? Gak usah ikut bikin macet deh mending dirumah tidur hehe.
Ekopriantoblog.id
Ekopriantoblog.id Seorang blogger yang tulisannya asal-asalan. Pecinta pencak silat tapi bukan tukang pukul. Penikmat musik indie khususnya endank soekamti.

4 comments for "Opini Pribadi Tentang Perayaan Tahun Baru, gak penting!!!"

  1. Mending tidur di rumah kang... Hitung-hitungan tidur setahun.. heheheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kang,,,lagian kalau tahun baru sering hujan wkwkwk,,,tapi kemarin sih dibandung nggak hujan,,,biasanya sih hujan,,,

      Delete
  2. Aku terakhir ngerayain THN baru pas msh pacaran , trus Ama pacar niat ke puncak , yg ujung2jya kejebak macet di jalan , dan kami jdnya malah tidur di mobil Ampe pagi wkwkwkwkwk.

    Sejak itu, aku ga pernah LG mau rayain tahun baru, Krn capek. Buatku new year eve sama ajaaaa kayak hati2 biasa mas. Ga ada istimewanya, dan aku bahkan udh tidur sebelum jam 12 malah.

    Tapi sama kayak mas Eko, aku jg ga bakal ngelarang yg memang mau rayain. Ya Monggo ajaaa. Tapi aku pribadi sih udh ga kepengen lagi. Bukan masanya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh,,,,ampe pagi,,,gk bisa seneng seneng ngerayain,,,,pusing dan capek ditengah kemacetan iya hhhe

      Delete