Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ternyata Tertawa itu Berpengaruh terhadap Otak, loh!

Pengaruh tertawa terhadap otak jangan disepelekan. Bahkan, dengan hanya tertawa kamu otak kamu dapat lebih berfungsi normal. Pernah memerhatikan anak yang cerdas, tetapi jarang tertawa? Beban hidup yang terlalu berat membuatnya jarang tertawa. Tanpa disadari, jarang tertawa memengaruhi kecerdasan otak, loh.

Namun, ada juga riwayat hadist dalam Islam yang mengatakan bahwa banyak tertawa dapat mematikan hati. Ya, sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak baik. Untuk kadar tertawa pun demikian. Terlalu banyak tertawa itu buruk, sangat jarang tertawa juga lebih buruk.
Berdasarkan penelitian terbaru, karena topik seputar tawa ini sangat menarik, para ahli akhirnya mulai meletakkan perhatian mereka untuk meneliti lebih dalam mengenai pengaruh tertawa terhadap otak. 
Dalam psikologi, cabang ilmu yang khusus mempelajari tertawa disebut gelotology. Penelitian ini menunjukkan bahwa tertawa merupakan sesuatu yang lebih daripada mengeluarkan suara dan bergerak.

Sensasi yang Berbeda Setelah Tertawa

Ternyata tertawa berpengaruh pada otak

Coba deh, kamu bandingkan saat kamu bisa tertawa lepas dengan situasi dimana kamu sangat jarang tertawa. Pasti kondisi dimana kamu bisa tertawa sepenuh hati akan membuatmu lebih segar, pikiran lebih longgar, dan wajah lebih ceria. 
Saya sendiri merasakan hal yang demikian. Saya tipe orang yang jarang tertawa karena tidak ada yang menyenangkan dalam hidup saya. Teman hanya begitu saja, hanya datang ketika butuh, pergi ketika saya butuh bantuan. Pengaruhnya pada diri saya yang jarang tertawa ini rupanya menurunkan analisis saya. Kemampuan motorik dan psikomotorik saya semakin terhambat. Bahkan, yang paling buruk adalah ketika seseorang memberikan sebuah petuah atau kewajiban pada saya, saya butuh proses lama untuk mencernanya. Alasannya kenapa? Bukan karena bodoh atau loading lama. Tidak lain tidak bukan karena ada beban dalam pikiran saya. 
Nah, rupanya tertawa ini bisa menjadi alih-alih obat mujarab untuk mengatasinya. Perlu bukti? Saya buktinya.
Pernah berpikir, apakah penyebab tertawa bisa membuat jiwa lebih bahagia?
Nah, rupanya tertawa ini tidak hanya sekadar memengaruhi gerak otot wajah yang dapat membuat kulit dan otot wajah tampak lebih muda. Saat tertawa, bagian control dalam otak, ruang tersendiri yang memiliki kendali dengan kebahagian psikologis terangsang. 
Sebagai contoh, setelah satu jam kamu menonton video humor dan tertawa sepanjang menonton, ternyata kadar hormon katekolamin, hormon pertumbuhan, dan hormon stress (kortisol) menjadi turun. Inilah mengapa kamu tampak lebih bahagia setelah tertawa.
Selain itu, tertawa juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian lebih lanjut mengenai hal ini masih terus ditelisik dalam-dalam. Yang pasti, sebuah argumen yang muncul dari hipotesis membuahkan kesimpulan ini sebagai salah satu efek tertawa terhadap otak. Keterkaitan antara tertawa dengan kekebalan tubuh ini berhubungan langsung dengan sinyal yang diturunkan otak pada sumsum tulang belakang. 
Nah, selain beberapa pengaruh tersebut, para ilmuwan juga menjabarkan beberapa efek lain tertawa terhadap otak yang saling berkaitan dengan organ lain. Tertawa rupanya juga meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Inilah mengapa kamu tidak boleh tertawa berlebihan. Bukan tanpa alasan hadist di atas diriwayatkan. Bahkan dalam konteks penelitian pun hal tersebut dijabarkan. Dikatakan hati bisa mati saat kamu banyak tertawa, kini kamu bisa mengerti artinya, bukan?
Tertawa juga berpengaruh pada pola pernapasan. Saat kamu tertawa, pola pernapasan kamu akan meningkat seiring meningkatnya frekuensi kamu tertawa. Hal ini disebabkan karena tertawa juga mengeluarkan energi tersendiri tanpa disadari.
Nah, itulah beberapa efek tertawa terhadap otak. Ingat, sesuatu yang berlebih dan sesuatu yang kurang itu tidak baik. Semua harus sesuai porsinya, bahkan untuk tertawa pun ada takarannya. Setidaknya jangan hancurkan hidupmu sendiri.
Jika sekarang kamu dalam posisi yang tidak menyenangkan, cobalah tertawa. Seberapa pahitnya tekanan yang kamu alami, cobalah untuk tertawa.

Guest post dari Arin khurota a. admin dari www.kurotasanry.com

Post a comment for "Ternyata Tertawa itu Berpengaruh terhadap Otak, loh!"