Asyik Mana, Jadi Penulis Konten atau Narablog?

Kalau dulu, bekerja sebagai penulis akan diasumsikan sebagai pengarang atau wartawan oleh kebanyakan orang. Kini, pekerjaan yang berkaitan dengan dunia menulis sudah jauh lebih luas.

Di dunia kepengarangan, ada ghost writer yang juga menulis tapi tidak atau kurang dikenal. Ada editor yang menyunting naskah tapi tak jauh urusan dari menulis juga. 
Sedangkan pada wilayah media, selain wartawan, kini bermunculan pula para penulis konten atau content writer. Ini tentu tak lepas dari menjamurnya media daring/online yang perlahan tapi pasti menggeser keberadaan media cetak.
Tak kalah eksis dari media besar, blog pribadi atau personal blog juga sudah lazim dimiliki para pengguna internet. Bahkan bisa dibilang, agak terlambat kalau kamu baru saja menjajaki dunia blog saat ini. Sebab orang-orang sudah ramai jadi youtuber!
Karena kita sedang bahas dunia kepenulisan, jadi fokus saja dulu ke blog ya, Gengs!
Media besar, seperti laman berita atau informasi up to date, umumnya membuka ruang bagi pembaca untuk berkontribusi guna meramaikan konten mereka. Kita yang suka menulis bisa ikut mengisi peluang ini, untuk kemudian disebut penulis konten.
Penulis yang lebih suka memiliki “rumah” sendiri, tanpa banyak aturan yang mengikat, bisa membangun impiannya sendiri lewat blog. Menulis sesuai minat dengan segala konsekuensinya di blog pribadi. 
Jika sudah rutin mendapatkan penghasilan dari blog, bolehlah berbangga hati mengisi kolom pekerjaan dengan “blogger” atau “narablog”.
Tapi, manakah di antara keduanya yang lebih asyik dan seru untuk dijalani?
Content writer atau blogger?
Content writter atau blogger?

Penulis Konten/Content Writer

Menjadi penulis konten hanya butuh akun yang didaftarkan pada laman penerima artikel. Pada sebagian laman bahkan cukup menghubungkan laman tersebut dengan akun media sosial. Benar-benar simpel!
Iya, daftarnya simpel. Nulisnya ribet juga. Eits, kalau dinikmati jadi nyaman kok!
Misalnya menulis di Kompasiana, yang pada artikel dengan label pilihan, kamu akan mendapat saldo gopay tergantung berapa banyak views yang kamu dapat dari artikel yang kamu hasilkan. Nyaman kan kalau tiap bulan dapat kiriman saldo?
Sebelum pandemi, UC News juga menerima kiriman artikel dari para kreator. Sayang, setelah Corona menyerang, penerimaan naskah dihentikan (katanya) sementara. Dari UC kamu juga bisa panen dolar tergantung berapa banyak pembaca yang membuka artikelmu.
Masih ada lagi IDN Times, Kaskus, Hipwee, dll, yang juga menerima kiriman naskah yang sebagian membayar dengan hitung-hitungan koin, ada juga hanya dengan ucapan terima kasih. Yang terakhir kamu pikir-pikir lagi deh! 
Oh ya, selain mengirim ke media besar, ada pula penyedia job (yang salah satunya bidang kepenulisan) seperti sribulancer, projects, dll. Di sana kamu bisa mendaftarkan diri sebagai penulis konten. Bayarannya? Tergantung seberapa kuat posisi tawarmu berdasarkan skill yang kamu punya.

Narablog/Blogger

Jika penulis konten bisa dibilang menginduk pada pihak lain, narablog cenderung lebih mandiri. Meski demikian, narablog juga tetap mengandalkan pihak ketiga untuk bisa menghasilkan upah dari kegiatan menulisnya.
Bisa dari Google Adsense, job placement, review produk, dll. Tapi untuk adsense, narablog yang mengandalkan blog pribadi jarang fokus pada peluang ini. Sebab adsense begitu tergantung pada traffic. Sementara peluang pemasukan lainnya lebih ke pemeliharaan blog, terutama pada kontennya.
Blog profesional berupa web dengan hostingnya, fokus pada satu niche dengan menu di seputarnya, memiliki peluang lebih besar untuk mendapat kiriman gaji rutin dari Google. Pemilik blog semacam ini umumnya menggunakan jasa penulis konten, alih-alih menulis sendiri. 
So, lebih untung jadi narablog atau penulis konten? 
Keduanya bisa dipilih dan dikerjakan bersamaan kok. Jadi sama asyiknya.
Yang jelas, baik menjadi narablog maupun penulis konten, untuk bisa menjadi profesi (dalam artian menghasilkan pemasukan rutin), keduanya butuh proses. Tidak ada keajaiban di dunia menulis!
Artikel dari iluvtari.com

subscribe via email:

2 Responses to "Asyik Mana, Jadi Penulis Konten atau Narablog?"

  1. Kalau saya sih sampingan kalau ngeblog aslinya ya penulis buku. Buku lebih luas bisa cetak dan digital. Misalnya aja buku digital bisa kita jual di play store tanpa harus dibebankan dengan jumlah klik, jumlah download, jumlah viewer atau semacamnya. Karena dinilai dari hasil penjualan maka tiap bulannya tergantung pada hasil penjualan. Kalau dari ngeblog memang yang paling sulit adalah mempertahankan akun adsense jangan sampai dibanned kalau dibanned udah deh berakhir. Pengajuan banding juga agak sulit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adsense sebenarnya memang serba sulit mas,,,,daftarnya sulit, pas udah diterima nyari earningnya sulit juga, dan benar, resiko banned sangat tinggi kalau sudah dibanned ya udahan deh adsensenya wkwkwk

      Delete

-Silahkan berkomentar dan meninggalkan jejak dengan baik. Admin blog ini sangat aktif, Saya akan segera melakukan kunjungan dan komentar balasan di blog kamu.
-dilarang menggunakan link aktif didalam komentar. Apabila ada yang masih menggunakan, maaf terpaksa saya hapus.
-gunakan link aktif menggunakan name/url.
-dilarang berpromosi didalam komentar, buka saja menu kontak kalau mau berpromosi.
-dilarang berkomentar SARA, hoax atau ujaran kebencian. Bila ada terpaksa saya hapus.
-apabila kamu suka artikel di blog ini kamu bisa subsribe via email atau follow blog ini agar mendapat update artikel terbaru dari blog ini.
-tombol follow blog ini ada dibagian atas/header dan dibagian bawah/footer.
-Terima kasih atas kunjungannya dan tunggu komentar saya di blogmu

Iklan link

Iklan kotak tengah artikel

Iklan link tengah artikel

Iklan Bawah Artikel kotak