Kita Tidak Sendiri, Kita Selalu Diawasi

pada postingan ini saya akan berbagi cerita yang sangat inspiratif. cerita ini saya dapat dari guru saya. seperti biasa apabila guru saya sedang bercerita dan berbagi ilmu sembari ngopi. dan rasanya memang masuk dan nancep dalam hati.

cerita ini tentang kejujuran. bahwasannya manusia pada dasarnya tidaklah sendiri. kita tahu sendiri kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya tapi juga karena ada kesempatan. contohnya begini kita mau mencuri karena tidak ada orang melihat, kita mau membegal karena di lokasi itu sepi tidak ada yang melihat. padahal kalau kita mau jujur pada diri sendiri, kita selalu dilihat dan diawasi. ok simak cerita ini selengkapnya.
kita selalu diawasi

diceritakan ada sebuah padepokan silat. di dalam padepokan silat itu berisikan 100 orang murid dan 1 orang guru besar yang sudah sepuh dan juga beberapa orang yang membantu mengurusi padepokan silat itu.

pada suatu hari di padepokan tersebut mengadakan ujian kenaikan tingkat sekaligus sayembara. sayembara untuk mencari pengganti guru besar yang sudah sepuh. para pesertanya adalah 100 orang murid tadi.

ujian kenaikan tingkat pun dimulai. setelah diuji fisik, diuji jurus, diuji ilmu kanuragan dan ilmu spiritual dan juga diuji di berbagai kesulitan, diuji di berbagai kondisi antara hidup dan mati. akhirnya 100 orang murid itu lulus semua tanpa terkecuali.

akhirnya sampai kepada sayembara. sayembara untuk mencari pengganti guru besar yang sudah sepuh. pada saat sayembara semua murid yang sudah lulus dari ujian kenaikan tingkat itu dikumpulkan dan menerima pengarahan dari sang guru besar. karena memang sang guru besar lah yang mempunyai rencana dalam sayembara ini.

"baiklah murid-muridku, sekarang saatnya saya mengadakan sayembara untuk mencari penggantiku untuk memimpin padepokan silat ini agar tetap lestari" kata sang guru besar.

"kenapa saya mengadakan sayembara ini untuk kalian wahai muridku? karena memang saya yakin diantara kalian ada orang jujur dan sanggup untuk mengurusi padepokan ini dan bisa dipercaya menjadi pengganti saya" tambah sang guru besar lagi.

"sayembara yang saya adakan kali ini terbilang mudah. tapi pesan saya tetap gunakan semua ilmu yang sudah saya ajarkan kepada kalian. termasuk ilmu agama dan spiritual. kalian saya beri waktu dari siang ini sampai nanti saat mulai petang. untuk menangkap dan membunuh seekor burung tanpa alat bantu apapun lalu burung itu kalian bawa kemari sebagai bukti bahwa kalian sudah berhasil membunuh burung itu. tapi dengan syarat, tangkap dan bunuh burung itu tanpa ada siapapun yang melihat" begitulah instruksi dari sang guru besar.

semua murid menyanggupi
dan mulai berpencar berlarian menuju hutan untuk berburu burung lalu dibunuh. semua murid itu mengerahkan semua kemampuan dan semua ilmu yang mereka miliki.

saat sudah petang semua murid itu kembali ke padepokan dengan hasil tangkapannya. ya karena bagi mereka kalau hanya menangkap dan membunuh seekor burung itu adalah hal yang mudah. apalagi di dalam hutan yang luas dan sepi pastinya tidak ada orang yang melihat.

tapi ternyata ada seorang murid yang kembali tidak membawa satu ekorpun burung yang berhasil ditangkap dan dibunuh. dan sontak saja dia jadi bahan tertawaan murid yang lain. karena hanya dia sendiri yang tidak berhasil membawa seekor burung yang berhasil dibunuh.

"siapakah yang berhasil membunuh seekor burung? tolong diangkat hasil buruan kalian" tanya sang guru besar.

99 murid itu semua mengangkat hasil buruannya.

"apakah kalian yakin pada saat kalian membunuh burung itu kalian benar-benar tidak dilihat oleh siapa-siapa?" tanya sang guru besar lagi.

"kita semua yakin guru" jawab para murid serentak.

"lalu siapakah yang tidak berhasil membawa hasil buruan?" sang guru bertanya lagi.

ada satu orang yang mengacungkan tangan menandakan bahwa dirinya tidak berhasil membawa hasil buruan.

"kenapa kamu tidak berhasil membawa seekor burungpun wahai muridku?" tanya sang guru besar dengan bijak.

"entahlah guru, saya sudah beberapa kali berhasil menangkap seekor burung tapi pada saat hendak saya bunuh, saya merasa ada banyak yang melihat lalu burung itu saya lepaskan. dan saya menangkap burung lagi di lain tempat, saya merasakan hal yang sama. yang saya rasakan pemilik burung itu melihat saya saat hendak membunuh burung itu dan saya melepaskan lagi burung itu begitu seterusnya sampai petang hari ini. saya selalu merasa diawasi." jawab sang murid menjelaskan kepada gurunya.

"bagus muridku berarti kamu adalah orang yang jujur. sebuah ilmu yang memang tidak pernah saya ajarkan tetapi kamu merasakannya. kita memang selalu diawasi. pemilik nyawa burung itu selalu mengawasi kita. kita selalu dilihat. tak pernah sedikitpun kita lepas dari pandanganNya. ya,,,Dia adalah tuhan semesta alam. yang maha melihat dan maha mengetahui." kata sang guru besar.

"sayembara kali ini sebenarnya adalah bukan tentang siapa yang bisa menangkap dan membunuh seekor burung seperti yang saya katakan diawal. tapi saya ingin mencari seseorang jujur. jujur pada orang lain dan juga jujur pada diri sendiri. seseorang yang enggan berbuat jahat demi apapun karena memang dia selalu diawasi oleh tuhan semesta" kata sang guru besar kepada para muridnya.

"untuk itu wahai muridku kamu saya nobatkan menjadi pemimpin dari padepokan silat ini. kamu saya nobatkan menjadi penggantiku dalam mengurusi padepokan silat ini. dan untuk para muridku semuanya inilah pemimpin baru kalian" kata sang guru menjelaskan.

demikianlah sedikit cerita inspiratif yang bisa saya bagikan untuk postingan kali ini. mudah-mudahan bermanfaat dan bisa membuka pikiran kita semua. terima kasih sudah membaca artikel ini sampai tuntas dan jangan lupa tunggu artikel terbaru selanjutnya di blog ini. terima kasih.

subscribe via email:

44 Responses to "Kita Tidak Sendiri, Kita Selalu Diawasi"

  1. Manusia memang tidak melihat mas ya,..tapi tuhan akan selalu mengawasi,..dimanapun dan kapanpun,..pintar itu muridnya 😀,..mantap ceritanya,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu muridnya gak tau karena terlalu pintar gak tau karena terlalu polos dan lugu wkwkwkw

      Delete
    2. Disuntik dulu otaknya,.mumpung masih lugu,..ea 😀😂

      Delete
  2. Wah ini sebuah kisah yang insipiratif

    ReplyDelete
  3. yang di atas selalu mengawasi hehe. bagus nih utk cerita anak anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan ya,..kalau anak kecil diberikan kisah ini pasti jadi jujur 😀

      Delete
    2. @ Ko Kuanyu, Kenapa Ko, udah ga anak kecil lagi ya, udah terlambat..???
      Jujur aja ko...:)

      Delete
    3. Udah tua teh 😂😂😂

      Delete
    4. agan eko ada-ada aja,..ha-ha😂😂😂😂

      Delete
  4. Betul sekali sob kisah nya bikin kita ingat bahwa semua sikap kita ada yang selalu melihat yaitu sang pencipta

    ReplyDelete
  5. Baca kisah ini berkali kali tetep tidak bosan...
    Hakikat manusia selalu diawasi sama sang pencipta

    ReplyDelete
  6. Inspirasi yang luar biasa untuk selalu kita renungkan bahwa sebelum kita berbuat jujur kepada orang lain jujurlah terhadap diri kita sendiri..😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widih,..kata mutiara mas jingga satria nyentuh banget ke hati,..ea 😀😁

      Delete
    2. Eaaaa ..
      Benar banget 😆

      Delete
  7. Memang benar kita hidup diawasi Tuhan Pencipta alam. Salah benar kita dicatat malaikat. Makanya hati hati, waspadalah waspadalah

    ReplyDelete
  8. inspiratif banget mas ceritanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menyentuh banget 😀

      Delete
    2. pastinya mas, sangat bermanfaat untuk pembelajaran hidup :D

      Delete
    3. Ea,..boleh juga nih mas eko ceritanya,..sering-sering ada cerita seperti ini,..tentram hidup 😀

      Delete
  9. judulnya sangat menyejukkan ....betul ....sedang apapun kita, dimanapun kita, DIA ALLAH YANG MAHA MELIHAT selalu mengawasi kita....

    ReplyDelete
  10. Saya senang baca kisah-kisah begini, kisah-kisah yang penuh hikmah

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah mudahan bisa menginspirasi kak,,

      Delete
    2. Teh lantana,..kisah antara kita berdua,..ea,..canda teh,..kabur, nanti ditimpuk 😂

      Delete
  11. Terkadang manusia baru inget kalau yang ngawasinnya manusia.. alias cctv.. padahal ada lagi yang mengawasi yakni Allah swt

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul teh sepertinya manusia mah lebih malu/takut kalau dilihat sesama manusia daripada sama tuhannya heheheh

      Delete
    2. Apalagi diviralkan,..ha-ha,..pasti lebih malu tuh,..kids jaman now atau mungkin people jaman niw,..ea 😁😀

      Delete
  12. Yup... Tuhan selalu mengawasi.. Mata-Nya menjelajah ke seluruh bumi.. oleh karena itu, hati-hatilah dengan perbuatan dan tindakan kita.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ea,..betul itu gan,..bahkan dipundak kitapun ada nabinya,..ea 😀

      Delete
    2. Nabi atau malaikat koh? Wkwkwk

      Delete
  13. Nak, ceritanya bagus. Tapi besok-besok kalo nulis, huruf pertama sebuah paragraf atau huruf pertama setelah titik tolong gunakan huruf kapital. Jangan huruf kecil semua.

    Ini masukan aja lo. Maaf kalo salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap suhu,,,,masukan diterima dengan sempurna terima kasih masukannya,,,hehe

      Delete
  14. Suka cerita ini, pernah baca di mana gitu kisah seperti ini, tapi bukan burung yang jadi objeknya.
    Tapi saya suka baca kisah inspirasi, meski berulang-ulang, semacam pengingat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin cerita yang sama tapi dibuat agak berbeda wkwkw

      Delete
  15. Kisah ini sangat menginspirasi, karena walaupun tindakan kita dilakukan di tempat tersembunyi, Dia yg diatas akan mengetahuinya, sehingga hati2 lah dalam bertindak maupun bertutur kata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali bang,,,tidak sedikitpun kita luput dari p3nglihatannya,,,

      Delete
  16. Tidak ada satupun makhluk yang luput dari pengawasan-Nya. Kisahnya sangat menginspirasi bang.

    ReplyDelete
  17. Inspiring story
    *Halaah apaan sih aku .., sok Inggris segala komentarku, wwwkkkk*

    Yups, Tuhan itu maha melihat.
    Jadi, kita harus pikir panjang sebelum bertindak ataupun berucap.
    Tuhan akan mencatat kesemuanya.

    ReplyDelete
  18. semangat 45 kang,, semoga mmbawa berkah yaa.. btw salut sm kisahnya lho.. ditunggu update artikel selanjutnya ya

    ReplyDelete
  19. seperti kata pepatah ilmu tanpa agama= buta

    ReplyDelete

-Silahkan berkomentar dan meninggalkan jejak dengan baik. Admin blog ini sangat aktif, Saya akan segera melakukan kunjungan dan komentar balasan di blog kamu.
-dilarang menggunakan link aktif didalam komentar. Apabila ada yang masih menggunakan, maaf terpaksa saya hapus.
-gunakan link aktif menggunakan name/url.
-dilarang berpromosi didalam komentar, buka saja menu kontak kalau mau berpromosi.
-dilarang berkomentar SARA, hoax atau ujaran kebencian. Bila ada terpaksa saya hapus.
-Terima kasih atas kunjungannya dan tunggu komentar saya di blogmu

Iklan link Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan native tengah artikel

Iklan Bawah Artikel kotak