Menikmati Hijaunya Perkebunan Teh Malabar Pengalengan Dari Puncak Bukit Nini

 bukit nini di malabar pengalengan ini sebenarnya saya kunjungi pada waktu bulan puasa kemarin.

Awalnya iseng iseng sama teman saya untuk jalan jalan ke perkebunan teh malabar pengalengan sambil ngabuburit. 

Disana kita tertarik dengan sebuah bukit yang dipenuhi dengan hijaunya daun teh.
Kita tertarik untuk menuju kesana karena memang bukitnya terlihat bagus dari kejauhan. 


Sebelum kesana saya sempat bertanya kepada salah seorang warga disana. Informasi yang kita dapat ternyata bukit itu bernama bukit nini. Langsung saja bergegas kita kesana.

Dengan menggunakan sepeda motor melewati perkebunan teh dan menaiki jalan perbukitan kita sampai juga ke bukit nini. Tapi tenang saja jalan menuju bukitnya tidak terlalu menanjak karena jalannya memutar. Tapi perlu berhati hati juga karena jalannya tertutup rumput hijau yang licin kitapun sempat beberapa kali tergelincir karena licinnya.

Dari puncak bukit nini kita bisa melihat luasnya perkebunan teh malabar. Di atas puncak bukit nini sebenarnya tidak ada   wahana atau spot wisata seperti tempat wisata kebanyakan. Yang seru disini adalah kita bisa melihat luasnya perkebunan teh malabar dari atas. Dan pemandangan yang luar biasa. Dan juga perjalanan menuju kesananya yang seru. Extrim sih tidak cuma ya seru aja😀

Saat kita sampai dipuncaknya tempatnya sepi tidak ada siapa siapa. Tapi tempatnya bersih dan rapi seperti ada yang mengurusnya.
Dan benar saja, selang beberapa lama kita disana melihat lihat datang seorang bapak bapak seperti petani mendatangi kami. Beliau mengaku yang mengurus dan membersihkan tempat ini.

Kita sempat bercengkrama sebentar bapak ini bercerita banyak hal. Mulai dari sejarah perkebunan teh malabar, siapa itu tuan boscha, letak geografis, cerita legenda di malabar dan berbagai macam daun teh serta khasiatnya. Bapak ini mengaku dia yang mendapat tugas untuk merawat tempat ini dan mendapat imbalan seikhlasnya dari pengunjung untuk biaya kebersihan.


Waktupun semakin sore hampir maghrib malahan. Kita pun segera turun tidak lupa memberi bapak ini sedikit uang ya itung itung untuk kebersihan agar tempat ini selalu bersih dan terawat.

 Buat yang berminat kesana bisa datang saja langsung. Datang saja ke perkebunan teh malabar dan tanya ke warga disana tentang bukit nini. Karena kalau saya jelaskan rute nya lumayan membingungkan juga sih.See ya😀

subscribe via email:

14 Responses to "Menikmati Hijaunya Perkebunan Teh Malabar Pengalengan Dari Puncak Bukit Nini"

  1. Seger banget tempatnya ijo banget, kapan ya di bekasi ada tempat se ijo itu? Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan seger,,,lumayan ngrefresh mata hehe,,,emang di bekasi gak ada ya gan?

      Delete
  2. Enak nih tmptny buat refreshing sm doi, artikel ini membantu;)

    ReplyDelete
  3. Kuingat-ingat kalau ngga salah perkebunan teh Malabar ini lokasinya berada di jalur menuju ke Cipanas dan Subang bukan, ya ?.

    Kalau betul iya, pemandangan sepanjang rutenya memang apik, tampak ijo royo-royo kayak karpet.
    Cuman rutenya meliuk-liuk dan perlu hati2 melaluinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owh bukan mas,,,perkebunan teh ini ada di sisi bagian selatan bandung,,ada pengalengan dan ciwidey yang terkenal denga kawah putihnya,,,

      Kalau cipanas dan subang ini berada disisi utara bandung mas,,,sama seperti kawasan dago, lembang, subang,,

      Cuma memang iya jalannya meliuk liuk dan licin,,pokoknya tidak cocok deh buat kebut-kebutan hhe,,,tapi jalannya sudah bagus dan mulus,,

      Delete
    2. Oh, ternyata bukan berada di jalur ke Subang ..., hohoho :)

      Berarti wilayah sekitar sana jalannya memang berliku ya ..

      Delete
  4. Wah terlihat hijau dan sejuk ya mas...
    duh jadi keinget kebun teh Tambi dideket objek wisata Dieng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas seger,,,apabila kalau sudah mendekati magrib,,,yg tadinya seger berubah jadi dingin

      Delete
  5. Dingin yach Mas disana ? para pemetik tehnya mana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sudah sore sekitar jam 5.an mas,,,pemetik teh biasanya pagi hehe

      Delete
  6. Udaranya pasti segar dan sejuk. Dan mungkin kabut kadang muncul yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas bener banget,,,biasanya pas mau turun hujan atau pas menjelang malam,,,itu juga kita pulang karena tertutup kabut jadi semuanya tidak kelihatan,,

      Delete

-Silahkan berkomentar dan meninggalkan jejak dengan baik. Admin blog ini sangat aktif, Saya akan segera melakukan kunjungan dan komentar balasan di blog kamu.
-dilarang menggunakan link aktif didalam komentar. Apabila ada yang masih menggunakan, maaf terpaksa saya hapus.
-gunakan link aktif menggunakan name/url.
-dilarang berpromosi didalam komentar, buka saja menu kontak kalau mau berpromosi.
-dilarang berkomentar SARA, hoax atau ujaran kebencian. Bila ada terpaksa saya hapus.
-Terima kasih atas kunjungannya dan tunggu komentar saya di blogmu

Iklan link Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan native tengah artikel

Iklan Bawah Artikel kotak